Jumat, 10 Mei 2019

Tari Perang, Salah Satu Kebudayaan Leluhur yang Berasal dari Tanah Papua

Indonesia kaya akan hasil bahari, daratan yang terpisah pulau luas dan kebudayaan yang tersebar ke seluruh penjuru negeri. Setidaknya setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri yang menambah keunikan negara ini, Indonesia. Kebudayaan tersebut salah satunya berasal dari berbagai tarian tradisional yang saat ini masih berusaha untuk tetap dilestarikan keberadaanya. Salah satunya adalah tarian yang terkenal dari Papua yaitu tari perang.


Apakah anda penasaran dengan tarian tradisional satu ini? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Asal Muasal Tari


Sebenarnya tarian ini berasal dari salah satu bagian provinsi Papua yaitu Papua Barat yang menyampaikan pesan kepahlawanan serta keberanian masyarakat Papua dalam menghadapi medan perang. Dibawakan oleh sekelompok pria dengan mengenakan pakaian adat khas Papua dan peralatan yang biasa digunakan untuk berperang seperti busur panah. Kemudian tarian khas Papua ini seringkali ditampilkan dalam berbagai perayaan masyarakat Papua pada khususnya. Bahkan sering ditampilkan dalam beberapa acara resmi yang bersifat nasional maupun internasional.

Sejarah yang Harus Diketahui


Sejarah telah mencatat jika prajurit dalam setiap medan perang membutuhkan dorongan semangat dalam dirinya untuk kembali ke medan perang. Hal itu juga yang terjadi kepada masyarakat Papua Barat di masa lalu. Banyaknya suku di Papua sering menimbulkan gesekan dan mengakibatkan terjadinya perang antar suku, sehingga setiap orang memberikan semangat melalui berbagai gerakan tari kepada para pasukan dengan harapan membawa kemenangan dari medan perang. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, perang antar suku sangat jarang terjadi lagi. Sehingga tarian tersebut telah diabadikan sebagai tari tradisional.

Pertunjukan Tari


Tari Perang akan ditampilkan oleh para penari yang berjumlah minimal sebanyak 7 orang. Kemudian tarian ini akan dilengkapi dengan iringan musik tradisional dan lagu-lagu perang khas Papua, dimana sesekali terdapat sorak sorai penari sebagai pertanda suka cita untuk berperang. Dengan demikian pesan yang hendak disampaikan mampu memberikan semangat, baik bagi para penari maupun penonton yang menyaksikan pertunjukkan tersebut.

Alat musik yang digunakan di dalam tarian tersebut diberi nama Tifa dan salah satu alat musik tiup yang terbuat dari cangkang kerang. Namun bisa jadi alat musik pendukung tersebut akan lebih kompleks ketika diselenggarakan pada acara-acara tertentu. Kesan energik menjadi salah satu gerakan yang dimiliki oleh para penari, dimana gerakan yang paling sering ditunjukkan adalah gerakkan untuk memainkan busur panah dan gerakan kaki yang menyilang mengikuti tempo musik dari gerakan itu sendiri.

Tari Perang Saat ini


Sampai saat ini kegiatan tari perang masih dilestarikan oleh masyarakat khususnya di Papua. Menambahkan aransemen baru membuat keberadaan tarian ini berkembang dengan cukup baik. Namun selalu ada identitas sendiri yang tidak dihapuskan, sehingga tarian ini tetap terjaga keasliannya.

Keberadaan tari perang menjadi salah satu khasanah kebudayaan, dimana saat ini tarian-tarian tradisional terus dikembangkan agar tetap bisa dinikmati oleh anak cucu di masa yang akan datang. Dimana sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan, maka tarian khas dari Papua ini seringkali dipakai untuk acara penyambutan tamu terhormat dan berbagai acara-acara adat. Kemudian pada waktu-waktu tertentu, tarian-tarian khas Indonesia selalu menjadi pengisi di berbagai acara festival budaya.

Anda sebagai salah satu generasi yang melanjutkan sejarah tarian tradisional, maka sudah sepatutnya untuk menjaga kekayaan bumi pertiwi dengan cara mengenal karakteristik budaya bangsa dengan lebih baik. Mari bersama-sama untuk lestarikan kebudayaan Indonesia sekarang juga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar