Jumat, 03 Maret 2017

Panduan Memilih Blouse Kerja Wanita untuk Aktivitas di Kantor

Wanita modern kini memang sering disibukkan oleh segudang aktivitas kantor. Namun bukan berarti kesibukan ini menghalangi kita untuk tampil menarik. Pilihan busana kerja yang tepat adalah salah satu cara mudah agar kelihatan selalu menarik ketika bekerja.


Salah satu jenis busana yang paling praktis untuk aktivitas di kantor adalah blouse. Variasi blouse kerja wanita memang kian beragam. Tetapi bukan berarti kita boleh sembarangan ketika memilihnya. Yuk ikuti dulu panduan ini sebelum memilih blouse yang tepat untuk kita:

Bahan yang Nyaman dan Menyerap Keringat

Kita pasti merasa risih jika blouse yang kita kenakan terasa gerah dan membuat kita sering berkeringat. Untuk menghindari hal ini, usahakan agar kita memilih blouse berbahan katun. Tak sekadar punya variasi warna yang sangat beragam, blouse berbahan katun juga sangat nyaman dan tidak membuat kita jadi mudah berkeringat ketika beraktivitas.

Blouse Terbaik dengan Motif Vertikal

Blouse dengan pola motif vertikal memang menjadi pilihan terbaik untuk aktivitas kita di kantor. Karena blouse ini akan membuat penampilan kita terkesan lebih ramping. Ukuran dada atau perut yang besar pun bisa disamarkan dengan menggunakan blouse yang polanya vertikal.

Jangan Pilih yang Terlalu Ketat

Model blouse kerja wanita yang terlalu ketat akan membuat penampilan kita terlihat vulgar di kantor. Untuk menghindari kesan vulgar, lebih baik kita memilih blouse yang sedikit lebih longgar. Namun jangan sampai ukuran blouse-nya terlalu besar sampai membuat kita terlihat kurang rapi.

Motif yang Tidak Mencolok

Pemilihan motif blouse yang mencolok akan membuat kita jadi kelihatan kurang profesional. Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih blouse dengan motif polos. Bila ingin blouse dengan motif yang sedikit lebih mencolok, alangkah baiknya bila warna blouse tersebut terkesan lebih lembut. Kemudian padukan blouse bermotif dengan bawahan berwarna gelap agar penampilan jadi lebih netral.

Tanpa harus repot-repot memilih pakaian andalan untuk ke kantor, variasi blouse yang tepat pun bisa membuat penampilan kita kelihatan lebih menarik. Saatnya tampil formal dan memesona di kantor untuk memberikan kesan yang baik di hadapan banyak orang.

Senin, 13 Februari 2017

Tips Merawat Bayi Sehat

Setelah berpengalaman dua kali memiliki anak, kehamilan kali ini memang gak segugu kehamilan pertama. Perlengkapan bayi juga banyak yang udah punya gak perlu beli banyak seperti hamil pertama. Tapi tetep sih untuk masalah menyusui saya tetap saja gugup. Saya memang gak pernah ingin anak minum susu formula (sufor) karena selagi ASI masih lancar kenapa harus sufor? Toh juga biasanya bayi sehat kalau diberi ASI eksklusif. Karena sufor dan ASI kandungannya memang beda. ASI udah dirancang sedemikian rupa untuk bayi, sehingga pasti formulanya aman dan cocok untuk bayi.

bayi-sehat


Dari beberapa kali pengalaman mengurus bayi, saya ingin share beberapa tips untuk merawat bayi agar tetap sehat. Meski gak dipungkiri ya pasti yang namanya manusia pastilah sakit. Cuma diminimalisir supaya gak terlalu sering sakit.

Memberikan ASI Eksklusif Selama Enam Bulan

Sudah gak diragukan lagi kalau ASI mengandung banyak manfaat bagi bayi salah satunya adalah zat yang dapat membangun imunitas si kecil agar perncernaannya tetap sehat. Kalau memang gak ada halangan, sangat disarankan untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Setelah itu pemberian ASI dapat juga didampingi dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

Gak dipungkiri yang namanya menyusui itu gak mudah seperti yang dibayangkan. Apalagi kalau tinggal di lingkungan yang gak mendukung ASI eksklusif ya sudah bisa dipastikan akan sulit memberi ASI eksklusif. Pengalaman saya sendiri, banyak banget suara sumbang yang menghina ASI saya begini dan begitu. Padahal sih bayinya enak-enak aja minum. Tapi nyatanya setelah anak saya semakin lama semakin gemuk mereka takjub sendiri. Dikira bayi ASI gak bisa gendut gitu ya?


Hindari Memberikan Makanan Padat Sebelum Enam Bulan

Hal yang sangat lumrah jika kamu memiliki bayi dan diemong oleh orang yang agak kolot, pasti bayi kamu akan diberikan makanan padat bahkan sebelum umur bayi empat puluh hari. Biasanya berupa pisang hijau yang dikeruk. Padahal pada usia baru lahir hingga lima bulan, bayi belum boleh diberikan makanan padat. Karena penceranaan belum siap sehingga bisa terjadi banyak gangguan pada si kecil. Paling fatal adalah bisa kena radang usus loh. Jadi memang harus memberi pengertian pada orang-orang di sekitar kalau bayi di bawah enam bulan gak boleh makan dulu.

Ada yang bilang kalau bayinya nangis mulu karena lapar. Kadang bayi nangis bukan karena lapar, bisa jadi dia gak nyaman. Lalu kalau memang si bayi lapar dikasih makan biar kenyang gitu? Ya plis dong jangan jadi ibu yang egois, hihi. Kan tinggal dikasih ASI aja. Toh ASI cukup kok buat bayi di bawah lima bulan.

Jaga Kebersihan

Bayi memang masih rentan sekali terkena berbagai macam penyakit jadi gak heran kita sebagai orang tuanya harus benar-benar menjaga kebersihan lingkungan si kecil. Mulai dari kebersihan payudara saat menyusui, kebersihan pakaian, perlengkapan makan atau minum, perlengkapan mandinya dan juga kebersihan tubuh si kecil. Semuanya harus dimaksimalkan supaya bayi tetap sehat.

Apalagi nih kalau lagi masa menyusui, bra harus sering ganti. Kalau pakai breastpad juga harus sering ganti. Memang sih cucian jadi banyak tapi ya demi kesehatan bayi. Kalau bayi udah sakit yang susah juga orang tuanya. Apalagi bayi biasanya kalau sakit nangis terus dan rewel. Gemana bisa istirahat kalau bayinya kayak gini kan? Jadi lebih baik si kecil sehat. Memang butuh perjuangan ekstra tapi sebandinglah dengan yang diperoleh.

Kira-kira ada yang mau nambahin lagi?