Rabu, 20 September 2017

Resep Kue Candy Pop Nastar

Tidak selamanya memasak itu adalah hal yang membosankan. Mungkin beberapa orang berpikir bahwa memasak itu membosankan akibat dia memasak masakan yang hampir sama dan berulang itu-itu saja. Selain itu, bisa jadi karena tidak ada yang mengapresiasinya. Kebanyakan orang yang bekerja tanpa apresiasi biasanya akan cepat bosan daripada pekerjaan yang menghasilkan apresiasi orang lain.


Jika kamu merasa bosan dengan memasak, kamu bisa mencari inspirasi resep masakan di internet atau di majalah. Namun, karena ini zaman internet, maka akan lebih mudah mencari resep masakan di internet saja. Kamu bisa langsung ketik “resep masakan”, kamu akan langsung mendapatkan website yang terpercaya di urutan atas Google.

Misal kamu ingin mencari resep kue candy pop nastar, maka kamu cukup mengetik “resep candy pop nastar”, maka kamu langsung disuguhi dengan banyak website yang relevan dengan hal itu. Dari beberapa pencarian, berikut ini resep kue candy pop nastar yang telah saya sarikan dari beberapa website.

Resep Kue Candy Pop Nastar


Untuk membuat resep kue candy pop nastar, ada beberapa bahan yang kamu siapkan.

Untuk selai
  1. Buah nanas cincang 150 gram
  2. Gula pasir 150 gram
  3. Kayu manis 2 tangkai

Untuk egg wash
  1. Telur 1 butir
  2. Susu segar 1 sendok makan
  3. Margarin 175 gram

Untuk adonan
  1. Blue band 175 gram
  2. Kuning telur 3 butir
  3. Keju parut 150 gram
  4. Tepung terigu 175 gram
  5. Tepung maizena 30 gram

Untuk dekorasi
  1. Cokelat putih batangan
  2. Pewarna (jika diperlukan)
  3. Cengkeh

Dengan mengetahui bahan-bahan yang harus disiapkan, langkah selanjutnya adalah mempraktikkannya.

Langkah pertama adalah campur semua bahan selai lalu masak di atas api kecil hingga terlihat mengental. Setelah itu, buatlah bulatan kecil-kecil seperti kelerang. Setelah selai dingin, lalu masukkan dalam kulkas agar lebih dingin.

Langkah kedua adalah membuat adonan nastar. Kocok blue band hingga menjadi warna putih. Setelah itu, masukkan kuning telur satu per satu. Kocok hingga tercampur. Tambahkan lagi keju ke dalam adonan tersebut lalu kocok kembali. Masukkan terigu dan maizena yang sudah diayak halus. Lalu aduk sampai rata. Masukkan adonan dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit.

Setelah selesai, adonan dikeluarkan dari kulkas, lalu dibagi dan ditimbang sekitar 8 gram. Pulung adonan dan isi dengan selai nanas. Lalu tutup kembali. Kemudian tata pada loyang dan berilah egg wash di atas adonan yang telah dibentuk. Panggang dalam oven dengan suhu sekitar 180 derajat Celcius selama 25 menit. Jika sudah matang, selanjutnya dekorasi nastar tersebut sesuai keinginan.

Itulah resep kue candy pop nastar yang bisa saya sampaikan. Semoga resep ini berguna.

Jumat, 08 September 2017

Meikarta Belum Mengantongi Izin Pembangunan, Tetap Berlanjutkah?

Proyek raksasa Meikarta di Cikarang sungguh menuai polemik sejak awal perencanaannya. Terang saja, mulai dari kasak-kusuk tentang hegemoni asing di Indonesia, hingga izin pembangunan proyek pemukiman, sedang gencar dibicarakan publik. Lahan 600 hektar ini disebut-sebut baru memiliki Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) sebagai tindak lanjut adanya izin lokasi.


Hal itu diperkuat dengan penjelasan dari Eddy Nasution selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), bahwa pihaknya telah meminta Lippo Group untuk menghentikan pembangunan Meikarta sampai seluruh perizinan rampung. Berdasarkan pemantauan dari lokasi, saat ini pembangunan tersebut baru sebatas penanaman pohon, rumput, dan pengiriman alat konstruksi seperti crane dan sebagainya.

Mengacu kepada peraturan, setelah mendapatkan IPPT, seharusnya pihak Lippo menyampaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), mendapatkan Izin Lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), setelah itu baru bisa memulai proses pembangunan. Jika seluruhnya sudah terpenuhi, barulah pembangunan bisa dilakukan.

Belum cukup sampai di situ, muncul kehebohan baru karena Meikarta menyelenggarakan Grand Launching sekaligus promosi pada 17 Agustus lalu, dengan mengadakan sistem booking fee sebesar 2 juta rupiah saja. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sempat menyayangkan tindakan Lippo yang tetap melangsungkan aktivitasnya meski belum mengantongi izin lengkap. “Harusnya pihak berwenang bisa menghentikan itu,” ujarnya kepada salah satu media.

Berbanding terbalik dengan kabar yang beredar, Danang Kemayan selaku Direktur PT Lippo Karawaci mengungkapkan bahwa tidak ada masalah dalam pembangunan, dan penuntasan perizinan proyek ke Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang diproses oleh pihak manajemen.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa aktivitas pemasaran yang dilakukan Lippo adalah sebuah hal yang wajar, yakni dengan terlebih dulu menjual konsep. Toh yang dibayarkan oleh pelanggan saat ini bukan berupa down payment atau uang muka, melainkan hanya booking fee, dan hal tersebut tidak memerlukan perizinan.

Sebagai masyarakat, pelik rasanya mengikuti perkembangan informasi Meikarta dari satu masalah ke masalah lain. Masalah yang ada seolah tak kunjung henti bermunculan. Jika kita telaah kembali, apakah benar Meikarta menyalahi aturan? Sedangkan menurut pemberitaan, lahan sebesar 84,6 ha sudah mengantongi izin untuk membangun pemukiman (baca di sini http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/08/22/meikarta-kantongi-izin-pembangunan-hunian-84-ha-dari-pemkab-bekasi) dan izin yang dikeluarkan pun blok per blok sesuai dengan blok-blok yang dipasarkan saat launching.

(Baca juga Bos Meikarta Klaim Sudah Kantongi Izin dari Pemerintah)

Jadi, salahkah mereka melakukan promosi dengan menjual sebuah konsep? Atau, perlukah polemik ini terus digembar-gemborkan? Bukankah lebih baik kita menanti dan percaya terhadap pihak pembangun dan pemerintah, bahwa mereka akan menjalankan proses perizinan dengan cermat dan tepat hingga tuntas?

Sebagai konsumen yang cerdas, tentu sebelum memutuskan membeli, menimbang beberapa aspek. Teliti betul berita simpang siurnya. Dapatkan sumber yang valid. Agar kedepannya tidak merasa dirugikan karena zonk ataupun kecewa karena sudah melewatkan kesempatan yang bagus.